Ticker

6/recent/ticker-posts

MEDIA PEDULI PENDIDIKAN (MPP) Bersama ASOSIASI PROFESIONAL JURNALIS INDONESIA (APJI) KAWAL KETAT SPMB: STOP “JUAL BANGKU”, PANITIA WAJIB BERKEADILAN + RASA KEMANUSIAAN! DINAS WAJIB BENTUK TIM PENGAWAS RAHASIA.


Kawal SPMB, Jaga Marwah Pendidikan.

PEKANBARU, RIAU – ll Pilar rakyat post Momen Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB tingkat SD, SMP, SMA/SMK kembali jadi sorotan publik. Media Peduli Pendidikan (MPP) bersama tim Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) menyatakan sikap: akan terus mengawal SPMB Riau sampai selesai agar sistem berjalan sesuai aturan, adil, dan berkeadaban.

Temuan di Lapangan: “Sistem Zona” Kadang Tak Masuk Akal
Banyak laporan masyarakat masuk ke redaksi. Keluhannya sama: SPMB online menolak siswa yang rumahnya bersebelahan/berdekatan dengan sekolah, dengan alasan “di luar zona sistem”. Ironisnya, yang rumahnya jauh justru ada yang diterima. 

_“Apakah mungkin yang tinggal depan gerbang sekolah ditolak, sementara yang 3-4 KM jauhnya diterima karena sistem? Ini melukai rasa keadilan orangtua,”_ ujar koordinator APJI dilanjutkan tim Media Peduli Pendidikan sangat memahami SPMB pakai sistem zonasi. Tapi sistem bukan Tuhan. Kalau ada kesalahan data, GPS ngaco, atau NIK tak terbaca, panitia SPMB wajib punya rasa kemanusiaan + pengertian. Solusinya sederhana: surat keterangan domisili dari RT/RW/Kelurahan harus bisa meluruskan data sistem. Jangan saklek “ditolak sistem = selesai”. 

Sikap Tegas Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia dan Media Peduli Pendidikan: 3 Tuntutan ke Panitia SPMB + Dinas Pendidikan:
1. Jalankan Aturan + Kemanusiaan: Panitia SPMB SD-SMP-SMA wajib patuh Permendikbud + Juknis Dindik. Tapi jangan lupakan nurani. Verifikasi lapangan untuk kasus “rumah nempel sekolah tapi ditolak” harus diprioritaskan. Jangan korbankan anak demi algoritma.
2. Stop Bisnis “Jual Bangku”: Kami ingatkan keras: jangan jadikan momen SPMB ajang bisnis berkedok “uang bangku”, “uang seragam wajib mahal”, “uang titip”. Pendidikan gratis 12 tahun itu amanat konstitusi. Kami awasi. Kalau ada oknum main-main, data + bukti akan kami serahkan ke APH + Dindik.
3. Bentuk Tim Pengawas Rahasia: Kami berharap Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru & Dinas Pendidikan Provinsi Riau segera membentuk Tim Pengawas SPMB independen yang identitasnya dirahasiakan. Tugasnya: menyamar, terima laporan warga, sidak sekolah. Pengawas terbuka gampang “diatur”. Pengawas rahasia = efek jera nyata.

Pesan untuk Generasi & Bangsa: 
Pendidikan harus bersih dari pungli dan ketidakjelasan. Kalau dari bangku SD-SMP anak sudah diajarkan “pakai uang biar masuk”, mental rusak itu akan kebawa sampai dewasa. Besok kalau mereka jadi pimpinan, korupsinya dimulai dari bangku sekolah. 

_“Indonesia Bersih harus dimulai dari Pendidikan Bersih. Kawal SPMB = kawal masa depan bangsa. Media Peduli Pendidikan bersama APJI tidak akan diam melihat ketidakadilan sistem,”_ tegas koordinator Tim.

Media Peduli Pendidikan (MPP)+ Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) membuka posko aduan SPMB untuk warga Riau. Laporkan jika ada janggal, pungli, atau anak ditolak padahal rumah nempel sekolah dengan nomor 0882 7111 7457 / 0813 7170 9606

#KawalSPMBRiau #StopJualBangku #PendidikanBersih #TimPengawasRahasiaDindik

Posko Aduan SPMB:
Media Peduli Pendidikan (MPP) dan Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI)
WA: 0882 7111 7457 0813 7170 9606
 Email: aldymasrial08@gmail.com

(Tim Koordinator Lapangan)